08.00 - 21.00 WIB
08128-752-7777
7EB21771
08128-752-7777
investasiilmuku@gmail.com
Jumlah = pcs
Keranjang

ABACA FLASHCARD SEBAGAI SOLUSI BERATNYA BELAJAR

Wednesday, January 21st 2015.

Rexford Brown dari Komisi Pendidikan Negara Bagian (Amerika Serikat) menyampaikan saran berikut kepada Navajo Educational Summit 2000:

“Jangan terjebak untuk mengembangkan jenis kurikulum yang tanpa pertimbangan, terbagi-bagi, yang saat ini mendominasi dan mematikan hampir semua sekolah di mayoritas budaya. Tipikal kurikulum sekolah yang tanpa kesatuan filosofi, tidak memenuhi anak secara keseluruhan, yang dangkal dan repetitive, dan tidak masuk akal. Anak-anak mati kebosanan. BANGUNLAH KURIKULUM YANG MEMILIKI KOHERENSI DAN MEMBUAT ANAK-ANAK BERFIKIR.”

Tapi sayangnya kurikulum yang “dicita-citakan” oleh Rexford Brown seolah hanya mimpi, setidaknya menurut penelitian John Goodlad dalam buku yang berjudul A place Called School. Dari observasinya ke lebih dari 1000 kelas, penelitian Goodlad secara mengejutkan menyebutkan bahwa pengajaran hampir di setiap sekolah itu serupa. Padegogi guru kebanyakan terbatas pada dua hal :
1. Memberi pelajaran (guru biasanya berbicara lebih banyak ke seluruh penjuru kelas)
2. Anak-anak yang pasif, jarang belajar kolaboratif, mereka tidak tertantang untuk berfikir, mereka tidak menciptakan sesuatu, dan bentuk-bentuk evaluasi biasanya hanya bersifat menguji ingatan BUKAN berdasarkan pemahaman siswa terhadap materi.

Guru-guru mengatakan mereka tahu pentingnya pembelajaran koorperatif, metode penyelidikan, pendekatan penyelesaian masalah, proyek berbasis pengalaman – tapi sayangnya mereka tidak tahu cara mengimplementasikannya “tanpa kehilangan kendali”.

Itulah fakta menyedihkan pendidikan, bahkan lingkungan yang pasif semacam itu, tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan di Negara maju seperti Amerika Serikat. Penelitian Goodlad cukup memberi informasi pada kita semua, bahwa ada yang perlu dibenahi dengan semua ini.

Bagaimana membuat siswa mau belajar didasarkan oleh minat atau rasa ingin tahu mereka, bukan menyuruh mereka menghafal tuntutan kurikulum. Pernahkah Anda merasa dipaksa mengetahui rumus luas lingkaran? Meskipun Anda tahu bahwa jika Anda hafal rumus-rumus dalam Matematika itu nilai Anda akan bagus. Tapi nyatanya, bagi sebagian besar anak, mereka tidak termotivasi mendapatkan nilai yang bagus. Lalu bagaimana membangkitkan motivasi siswa agar siswa bisa belajar dengan senang hati, bahkan tanpa dipaksa sama sekali?

ABACA telah memberi solusi bagi sebagian besar siswa karena melalui ABACA anak-anak tidak merasakan beratnya belajar. Tak hanya itu, perasaan senang yang dimunculkan saat bermain ABACA ini membuat progress anak menjadi luar biasa meningkat. Sebagai contoh putranya Bunda Dona yang hanya membutuhkan waktu 2 hari saja untuk bisa lulus seri membaca dan langsung meminta Bundanya untuk mengajarinya ABACA Bahasa Inggris.
Luar biasa bukan? Anak yang meminta belajar Bahasa Inggris, bukan gurunya yang menyuruhnya belajar Bahasa Inggris.

Tak hanya putra Bunda Dona, Fathur pun hanya memerlukan waktu 3 minggu untuk menyelesaikan ABACA seri membaca. ABACA merupakan media edukasi yang cocok dan sesuai dengan kurikulum yang dimaksud oleh Rexford Brown, karena tak hanya memunculkan kesenangan siswa saat belajar, tetapi juga efektif dan telah DIBUKTIKAN oleh ratusan bahkan ribuan anak Indonesia (saat ini ABACA terjual rata2 sekitar SERIBU eksemplar SETIAP HARINYA). Dan beberapa sekolah juga telah memilih ABACA sebagai media ajar murid-murid TK dan SD.

Simak testimony keren berikut dari customernya agen Semarang, Bunda Yuki Nurantyas dan customernya Bunda Sri, distributor dari Malang.

Semoga terinspirasi
Diena Ulfaty
Owner, Produsen, dan Penemu ABACA FLASHCARD
DAPATKAN SEKARANG JUGA DI SELURUH AGEN ATAU DISTRIBUTOR RESMI ABACA

ABACA telah memberi solusi bagi sebagian besar siswa karena melalui ABACA anak-anak tidak merasakan beratnya belajar.

ABACA telah memberi solusi bagi sebagian besar siswa karena melalui ABACA anak-anak tidak merasakan beratnya belajar.

best
Rp 45.500
best
Rp 45.500